(ABNA24.com) “Teror terhadap Mayjen Qasem Soleimani dilakukan atas instruksi langsung Presiden AS Donald Trump,” tulis statemen Pentagon Jumat (02/01/20) seperti dilaporkan IRNA.
Pentagon di statemennya mengklaim bahwa tujuan dari serangan ini untuk mencegah program mendatang Iran.
Menyusul kejahatan keji militer Amerika dan teror Qasem Soleimani, Donald Trump merilis bendera Amerika di akun twitternya.
Sumber media Jumat (03/01) dini hari mengkonfirmasi gugurnya Mayjen Qasem Soleimani, komandan Brigade Quds Sepah Pasdaran Iran dan Abu Mahdi al-Muhandis, salah satu komandan Hashd al-Shaabi Irak akibat serangan roket helikopter tempur Amerika ke bandara udara Baghdad.
IRGC di statemennya menyatakan, Mayjen Soleimani setelah berjuang seumur hidupnya, Jumat dini hari gugur syahid akibat serangan helikopter Amerika.
Beberapa jam lalu, pusat penerangan Hashd al-Shaabi Irak membenarkan gugurnya Soleimani dan Abu Mahdi al-Muhandis di serangan pengecut Amerika Serikat.
..........
340